Dunia Islam

Berbakti pada Orang Tua

itjbatam | Selasa, 11 Juni 2013 - 10:33:14 WIB | dibaca: 309 pembaca

Pagi yang cerah dan alhamdulillah masih bisa menghirup udara segarnya pagi, apalagi yg sejak subuh tidak tidur kembali dan melakukan aktivitas bermanfaat Inshaa Allah tubuh pun menjadi sehat. Pagi hari biasa sebelum kita pergi beraktivitas, selalu disediakan sarapan oleh Ibu, ataupun sang istri menyiapkan untuk sang suami. Alhamdulillah betapa penuh cintanya sosok mereka yang senantiasa mencurahkan perhatiannya kepada keluarganya. Begitupun dengan Ayah kita, atau sang suami yang sejak pagi bersiap untuk menjemput rezeki memberikan dan mencukupi nafkah keluarga. Subhanallah, alagkah mulia hati mereka jika didasari niat lurus karena Allah dan tanggung jawab. Tanpa pamrih, tanpa mengeluh beliau beliau itu mencurahkan seluruhnya untuk keluarga yang mereka cintai.  Tapi kita sebagai seorang anak, apakah sudah kita berbakti kepada orang tua kita? bahkan rasanya kita tidak sanggup membalas mereka dengan nominal rupiah. 
 
Lalu bagaimana kita mampu membalas jasa mereka? Ya, dengan berbakti dan patuh kepada merekalah kita bisa membuat hati mereka bahagia. Mengapa harus berbakti kepada orang tua? toh, suatu saat kita akan berpisah jika kita menikah kelak. Atau mungkin ada yang beranggapan "bagaimana jika orang tua kita tidak layak dihormati?" Bukankah mereka yang sejak kita kecil selalu memberikan perhatian dan kasih sayang, darimana letak tidak layaknya beliau kita muliakan dan kita patuhi.
 
Allah subhanhuwata'ala menggandengkan perintah untuk beribadah kepada-Nya dengan perintah berbuat baik kepada orang tua didalam Q.S Al Israa' ayat 23 yang berbunyi:
 
"waqadaa rabbuka allaa ta'buduu illaa iyyaahu wabialwaalidayni ihsaanan immaa yablughanna 'indakaalkibara ahaduhumaa aw kilaahumaa falaa taqul lahumaa uffin walaa tanharhumaa waqul lahumaaqawlan kariimaan "
 
yang artinya " Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia". 
 
Dan Allah subhanahuwata'ala berfirman untuk tetap berbuat baik kepada orang tua meskipun mereka kafir didalam Q.S Luqmaan ayat 15 :
 
"wa-in jaahadaaka 'alaa an tusyrika bii maa laysa laka bihi 'ilmun falaa tuthi'humaa washaahibhumaa fiialddunyaa ma'ruufan waittabi' sabiila man anaaba ilayya tsumma ilayya marji'ukum fa-unabbi-ukum bimaa kuntum ta'maluuna "
 
yang artinya : "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. "
 
 
Berbakti kepada orang tua juga merupakan suatu Jihad, Abdullah bin Amru bin Ash meriwayatkan ada seorang lelaki meminta izin ber-jihad kepada Rasulullah saw , lalu Rasulullah bertanya "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" lelaki itu menjawab "Masih". Lalu Rasulullah bersabda : "Kalau begitu, berjihadlah dengan berbuat baik terhadap keduanya" (H.R Bukhari dan Muslim).
 
Taat kepada orang tua juga merupakan salah satu penyebab masuk Surga, Rasulullah saw bersabda "Sungguh kasian, sungguh kasian, sungguh kasian" lalu salah seorang sahabat bertanya "Siapa yang kasian Ya Rasulullah?" Beliau menjawab : "Orang yang sempat berjumpa dengan orang tuanya, atau salah seorang diantara keduanya, saat umur mereka sudah menua, namun tidak bisa membuatnya masuk surga" (riwayat Muslim)
 
Rasulullah juga bersabda : " orang tua adalah pintu pertengahan  menuju Surga. Bila engkau mau silakan engkau pelihara. Bila engkau tidak mau silakan untuk tidak memperdulikannya" (Diriwayatkan oleh At Tirmidzi) Menurut para ulama pintu pertengahan adalah pintu terbaik. 
 
Keridhaan Allah berada dibalik ridha nya orang tua, Keridhaan Allah bergantung pada keridhaan oran tua, sebaliknya Lemurkaan Allah bergantung pada kemurkaan orang tua"
 
Berbakti kepada orangtua membantu meraih pengampunan dosa, Ada seorang lelaki menemui kepada Rasulullah saw sambil mengadu, "Wahai Rasulullah, aku telah melakukan perbuatan dosa" lalu Rasulullah saw bertanya "Engkau masih mempunyai seorang Ibu?" lelaki itu menjawab "Tidak" Lalu Rasulullah saw bertanya "Bibi?" dan lelaki itu menjawab "Masih" Dan Rasulullah bersabda "kalau begitu berbuat baiklah kepadanya".
 
Dalam pengertian yang lebih kuat, riwayat ini menunjukkan bahwa berbuat baik kepada orangtua terutama kepada ibu dapat membantu proses taubat dan pengampunan seseorang mengingat, berbakti kepada orang tua adalah diutamakan.
 
Perlu diingatkan kepada sahabatsahabat semua, bahwa Birul waalidain (berbakti kepada orang tua) lebih dari sekedar berbuat baik (ihsan) kepada keduanya. Namun memiliki nilai-nilai yang menambah melejitkan kebaikan tersebut, sehingga menjadi sebuah "bakti" dan bakti  itu sendiri tidaklah setara untuk membalas kebaikan orangtua. 
 
Imam An-Nawaawi  menjelaskan : "Birrul waalidain memiliki arti berbuat baik kepada orangtua, bersikap baik kepada keduanya, melakukan berbagai hal yang membuat mereka gembira serta berbuat baik kepada teman mereka"
 
Imam adz-Dzahabi Birrul Waalidain dapat direalisasikan dengan memenuhi  3 bentuk kewajibanl :
1. Menaati segala perintah orang tua, kecuali dalam maksiat.
2. Menjaga amanah harta yang dititipkan orang tua, atau diberika oleh orangtua.
3. Membantu atau menolong bila mereka membutuhkan bantuan
 
Bentuk bahasa Al-Quran menjelaskan kepada kita kaum muslimin untuk melakukan perintang Allah datang serangkai dengan perintah berbakti kepada orang tua dengan Tauhid atau ke-imanan. Jika kita bertanya mengapa perintah Birrul waalidain begitu penting, sehingga ia datang setelah proses penghambaan kepada Allah? Lalu jawabannya pun terdapat pada Q.S Al-Ahqaf ayat 15 yang berbunyi :
"wawashshaynaa al-insaana biwaalidayhi ihsaanan hamalat-hu ummuhu kurhan wawadha'at-hu kurhan wahamluhu wafishaaluhu tsalaatsuuna syahran hattaa idzaa balagha asyuddahu wabalagha arba'iina sanatan qaala rabbi awzi'nii an asykura ni'mataka allatii an'amta 'alayya wa'alaa waalidayya wa-an a'mala shaalihan tardaahu wa-ashlih lii fii dzurriyyatii innii tubtu ilayka wa-innii mina almuslimiina
 
yang artinya : " Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni'mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"
 
 
Ketika orang tua kita masih berumur muda, kekuatan fisik masih mengiringinya utk melakukan tanggung jawabnya sebagai orang tua, mendidik putra putrinya dan memberikan nafkah lahir dan bathin kepada keluarganya. Namun, tatkala mereka usianya telah senja, maka berbaliklah roda tanggungjawab itu anak kepada orang tuanya.
 
secara fitrah orang tua mengayomi dan mendidik anak anaknya mengorabkan segala sesuatu untuk anak anaknya. Agar anak anaknya tumbuh penuh kasih sayang, mempunyai mental yang kuat, akhlak mulia dan memberi manfaat utk banyak hal. Meski letih tapi mereka bahagia. Tapi sedangkan seorang anak, akan mudah lupa dan cenderung gampang bosan jikalau berbuat sesuatu untuk orang tua, Astaghfirullah.
 
Padahal belaian seorang anak kepada orang tuanya di usia senja sangat menimbulkan suatu kenikmatan yang teramat sangat bagi mereka, wajar jika di dalam Al-Quran diberi pengkhususan utk hal nya Birrul Waalidain yakni :
1. Jangan mengatakan uffin (ah)
2. Jangan membentak
3. Ucapkanlah kata kata mulia
4. Rendahakan diri kepada mereka dengan penuh kasih sayang
5. Dan doakan mereka.
 
Sebegitu pentingnya Birrul Waalidain sehingga mampu mengantarkan sang anak menuju keridhaan Allah menuju surga Nya. Rasulullah saw bersabda : "Barangsiapa yang menjalani pagi harinya dengan keridhoan orangtuanya, maka dibukakan baginya 2 pintu menuju Surga. Barangsiapa menjalani sore hari dengan keridhoan orangtuanya maka akan dibukakan 2 pintu menuju Surga. Dan barangsiapa menjalani pagi harinya dengan kemurkaan orangtuanya maka dibukakan 2 pintu menuju Neraka, Dan barangsiapa menjalani sore hari dengan kemurkaan orangtuanya maka dibukakan 2 pintu menuju Neraka." (H.R Darul Qutni dan Baihaqi)
 
adapun Do'a yang termaktub didalam Al-Qur'an yaitu Q.S Al-Isra ayat 24 
waikhfidh lahumaa janaahaldzdzulli mina alrrahmati waqul rabbi irhamhumaa kamaa rabbayaaniishaghiiraan " yang artinya "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil
 
Karena sungguh kasih sayang orang tua kita tidaklah dapat terbayar dengan harta didunia. dengan cara kita berbakti dan membahagiakan beliau Inshaa Allah ampunan Allah, ridho Allah mampu kita raih menuju Surga-Nya. Semoga bermanfaat para sahabatku. Dan semoga kita senantiasa memperoleh ridho Allah. yukk!! kita mulai dr sekarang utk lebih berbakti kepada orangtua kita, jangan sampai penyesalan yang kita dapat diujung karena terlambat utk berbakti. ^o^
 
 
 
 










Komentar Via Website : 1
cara menyembuhkan tumor ganas
20 Februari 2014 - 10:17:23 WIB
berilah kami kelancaran dan kemudahan untuk hari ini..amiin http://goo.gl/U5nfcm
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)